Inilah Pidato atau Khutbah Haji Rasulullah Saat Wukuf di Arafah Khutbah yang sangat membangun jiwa dan menyemengat umat islam agar tetap berada di jalan Allah.
Pidato Pada Hari Wukuf. Rasulullah saw. langsung dan terus ke Arafah kemudian didapatinya kemah telah didirikan di Namirah, maka beliau pun berhenti di sana dan setelah matahari tenggela disisi barat, di halaunya pula Koswa buat berjalan hingga sampai di bagian bawah lembah. Di sana dia berpidato dihadapan manusia, dengan sabdanya : "Sesungguhnya darah dan harta bendamu adalah suci bagimu sebagaimana sucinya hari ini, di bulan ini, dan di negeri ini. Ketahuilah bahwa segala sesuatu tentang urusan jahiliyah telah hapus dan ditaruh di bawah telapak kakiku. Tuntutan darah masa jahiliyah telah dibatalkan, dan tuntutan yang mula-mula dihapuskan dari darah kita ialah darah Ibnu Rabi'ah bin Harits - ia disusukan di bani Sa'ad dan dibunuh oleh suku Hudzeil - riba jahiliyah juga batal, dan riba kita yang mula pertama yang saya batalkan adalah riba Abbas bin Abdul Muthalib, semuanya menjadi batal. Dan takutlah kamu kepada Allah mengeani wanita, karena kamu mengambil mereka dengan jaminan dari Allah, dan kamu halalkan kehormatan merreka asal tidak melewati batas. Dan adalah hak kamu atas mereka tidak seorangpun yang tidak kamu senangi boleh mereka ijinkan menginjak pekaranganmu seandainya itu mereka lakukan, bolehlah kamu memukul mereka, asal tidak melewati batas. Sebaliknya menjadi kewajiban kamu terhadap mereka memberi mereka nafkah dan pakaian secara patutnya. Sungguh telah saya tinggalkan buat kamu sesuatu, yang jika kamu berpegang teguh kamu tidak akan sesat setelah itu : " yaitu Kitabullah dan kelak kamu akan ditanya mengani daku, maka apa katamu?" Ujar mereka : Kami mengakui bahwa anda telah memberikan nasehat" . Sabdanya sambil mengacungkan telunjuk ke langit lalu menudingkannya kepada manusia bolak balik berkali-kali : " Ya Allah, saksikanlah ya Allah maka saksikanlah!" sebanyak tiga kali.
Dan Menuju Muzdalifah. Kemudian beliau pun adzan, lalu iqamat dan melakukan shalat dzuhur, lalu iqamat lagi dan melakukan shalat ashar tanpa diselingi suatu shalat pun di antara keduanya. Setelah itu Rasulullah saw. menaiki kendaraannya lagi hingga tiba di Mauqif. Di sana hingga perut Kuswa telah berada di atas tanah. Bukit tempat berhimpun orang-orang yang berjalan kaki berada di depannya, sedang ia sendiri menghadap ke arah kiblat. Rasulullah saw. masih tetap berdiri sampai matahari terbenam : warna kuning mulai lenyap hingga bola matahari pun tenggelam. Disuruhnya Usamah membonceng di belakang, lalu Rasulullah pun berangkatlah. Tali kekang ditariknya kuat-kuat, hingga kepala hewan itu hampir saja bersentuhan dengan tempat si pengendara menaruh kakinya, lalu sabdanya sambil memberi isyarat dengan tangan kanannya. "Hai manusia! Tetaplah Tenang!". Setiap melalui tempat mendaki, diulurkannya tali kekang sedikit hingga tiba di atas. Akhirnya sampailah ia di Muzdalifah, lalu melakukan shalat Maghrib dan Isya dengan sekali azan dan dua kali iqamah, sedang di antara kedua shalat itu ia tidak membaca tasbih sedikitpun.
Itu lah Sekilas cerita tentang Pidato Wukuf Rasulullah saat Beliau menunaikan Haji untuk Pertama Kali yang penuh perjuangan.
Semoga Menambah wawasan anda.
Daftar Haji langsung berangkat ?

Komentar
Posting Komentar